Pesanan Rasullullah saw :

Daripada Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma bahwasanya Nabi s.a.w. bersaba:

"Sampaikanlah (kepada orang lain) daripadaku, sekalipun hanya satu ayat .
Berceritalah tentang kaum Bani Israil dan tidak ada halangan ke atasnya. Dan sesiapa yang berdusta atas diriku dengan sengaja maka ia menempati tempat duduknya dari neraka."

(Riwayat Bukhari)

Sunday, 20 March 2011

Tsunami....Satu Bahasa Alam dan Kemurkaan Allah


Tsunami di Acheh.
..lari untuk menyelamatkan diri..
Pada 26hb Disember tahun 2004 dulu, kita dikejutkan dengan ombak tsunami yang melanda pantai Acheh. Ombaknya yang panas membawa lahar dari bumi yang menggelodak dan meragut nyawa manusia dan merubah permukaan pantai Acheh dengan sekelip mata. Masjid ArRahman yang tersergam kukuh tanpa tercemar dek tsunami menyedarkan kita bahawa ombak ganas ini mampu memilih apa yang akan dimusnahkannya dan apa yang akan terselamat dari pukulannya yang dahsyat. Kenapa begitu? Sedang bangunannya juga adalah sama dengan bangunan bangunan yang lain.

Sebelum ini saya tidak pernah mendengar berita pun tentang tsunami. Gambar gambar yang di ambil mengenainya membuat hati terasa gerun dan kecut. Melihat segala yang dihanyutkan termasuk, rumah, kenderaan, manusia dan pokok pokok, membuatkan saya sedar bahawa tiada siapa yang akan terselamat kecuali dengan kehendak dan bantuan dari Allah swt sahaja yang mampu berbuat begitu.

Kemudian kita digegarkan lagi dengan tsunami yang melanda Jepun baru baru ini. Lebih hebat dan lebih dahsyat.... tidak pernah dalam hidup saya menyaksikan dua tsunami dalam jarak beberapa tahun sahaja.

Ia menggegarkan jiwa saya.

Bukan itu sahaja. Dalam beberapa tahun kebelakangan ini bukan sahaja tsunami, ribut taufan, banjir besar, tanah runtuh, gempa bumi, meletupnya gunung berapi dan berbagai bagai lagi malapetaka yang meragut ratusan dan ribuan nyawa di seluruh dunia. Tidak cukup dengan itu di dalam cuaca yang begitu sejuk, bekalan elektrik terputus ...kemudian meletup pula pusat nuklear yang membawa radiasi yang boleh menyebabkan kesan radiasi yang mungkin membawa masaalah kesihatan dan kematian.

Alam seperti sungguh marah dan inginmeneriakkan sesuatu tetapi siapakah yang akan mendengarnya?
Apakah yang sebenarnya dan sepatutnya kita fahami dan baca dari bahasa alam yang sangat hebat ini? Apakah kita  nampak  isyarat isyarat yang ingin di sampaikan itu? Dan adakah ia menimbulkan perasaan ingin tahu dan heran serta gentar kenapa semua ini berlaku? Juga adakah cara supaya kita dapat perlindungan Allah sebagaimana Allah melindungi Nabi Nuh as.

Saya mencari jikalau ada ayat2 AlQuran yang menyebut tentang air banjir dan ombak besar serta air panas yang keluar dari bumi seperti ketika tsunami melanda Acheh dan Jepun.

Kisah Nabi Nuh as yang dilanda banjir merupakan satusatunya kisah tentang kemusnahan manusia kerana banjir di dalam AlQuran. Tetapi apa yang saya temui sungguh mengejutkan. Rupa2nya ombak ketika banjir Nabi Nuh as adalah setinggi gunung. Lebih tinggi dari ombak tsunami yang hanya 10 meter atau lebih. Juga air yang keluar dari laut itu di sebut seperti air yang di keluarkan dari dapur ( AtTannur) yang sangat panas. Saya hanya mecatatkan makna dari ayat2 tersebut. Jika anda ingin melihatnya sendiri silakan rujuk pada surah2 yang telah dicatitkan. Dan seandainya anda menemui ayat ayat yang lain silakan kongsi bersama saya di ruangan komen dan tinggalkan komen anda untuk pengetahuan saya.

Dan disebut juga bahawa banjir ini terjadi kerana Allah sangat murka kepada kaum Nabi Nuh as lantaran  mereka ingkar dengan Allah dan Rasulnya iaitu Nabi Nuh as. Maka maknanya tsunami yang berlaku di zaman ini juga adalah kemurkaan Allah terhadap hamba2Nya dan sebagai peringatan kepada mereka yang lain.


 Manusia di beri peringatan oleh Nabi nuh as untuk menyembah Allah sahaja :


“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang ke-padanya azab yang pedih.” (QS. Nuh, 71: 1) 


“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesung-guhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.” (QS. Huud, 11: 25-26)


“Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal.” (QS. Huud, 11: 39) 


“Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).” (QS. Al A’raaf, 7: 64) 



 Nabi Nuh as Mengadu Kepada Allah Tentang Pendustaan Kaumnya


Maka dia mengadu kepada Tuhannya: ‘Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)’.” (QS. Al Qamar, 54: 10) !

“Nuh berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaum-ku malam dan siang. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)’.” (QS. Nuh, 71: 5-6) !
“Nuh berdoa: ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendusta-kan aku’.” (QS. Al Mu’minuun, 23: 26) 


“Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: Maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).” (QS. Ash-Shaaffaat: 75) !
Amaran Nabi nuh as Kepada Kaumnya
" Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. (QS. Huud, 11: 26) !

Perintah Allah & Persiapan Nabi nuh as menghadapi bencana alam dengan membuat sebuah bahtera 

“Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah peni-likan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan ‘tannur’ telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” (QS. Al Mu’minuun, 23: 27)
Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang zalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” (QS. Huud, 11: 37)


Mulanya Banjir
“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku.” (QS. Al Qamar, 54: 11-13)
Air Ombak Yang Panas Datang Dari Dapur ( AtTannur)
“Hingga apabila perintah Kami datang dan ‘dapur’ (permukaan bumi yang memancarkan air  panas hingga menyebabkan timbulnya taufan) telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu, kecuali orang yang telah terdahulu kete-tapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.”  (Al Mukminun : 23-27)
Air naik sampai ke Gunung


“Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung), Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera, agar Kami jadi-kan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.” (QS. Al Haaqqah, 69:11-12)
Hanya Allah yang bisa menyelamatkan kita dari ombak ini..
“Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.” (QS. Asy-Syu’araa’, 26: 120) !
“Maka kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia.” (QS. Al Ankabuut, 29: 15
Nabi Nuh Selamat dari bencana dan  mereka yang mendustakannya tenggelam

“Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam”. Sesungguh-nya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Ash-Shaaffaat, 37: 79-81)

Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.” (QS. Asy-Syu’araa’, 26: 119)


“Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).” (QS. Al A’raaf, 7: 64)

Mata mata yang menyaksikan
kemusnahan akibat Tsunami
“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan keza-liman.” (QS. Al Qashash, 28: 59)

" Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).” (QS. Al A’raaf, 7: 64) !

Gelombang Laksana Gunung

“Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara ke-duanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang diteng-gelamkan.” (QS. Huud, 11: 42-43)
Banjir Zaman Nabi Nuh Lebih Teruk dari Tsunami 
Ternyata jelas bahawa banjir di zaman Nabi Nuh merupakan banjir yang berlaku akibat air panas yang keluar dari bumi yang mencetuskan ribut taufan dan gelombang setinggi gunung. Tiada manusia yang terselamat darinya. Ia di datangkan oleh Allah kerana keingkaran manusia terhadap perintah Allah supaya menyembahNya.. Apabila manusia engkar Allah menurunkan bala bencana alam seperti banjir dan tsunami.
Sebelum berlakunya banjir Allah telah berkomunikasi melalui wahyuNya dengan Nabi Nuh as , memberitahunya akan kedatangan malapetaka ini. Dan jarak warning yang Allah berikan cukup masanya untuk membina sebuah bahtera sebagai alat untuk menyelamatkan diri baginda dan orang orang yang beriman.
Alat telekomunikasi yang canggih dizaman ini menggunakan satelit dan alat pengesan tsunami pun tidak mampu memberi amaran akan tibanya bencana ini. Hanya Aallah bisa melakukannya.


Se waktu Tsunami melanda negeri Thailand di beritakan bahawa binatang binatang telah lari ke bukit2 mencari perlindungan. Ini adalah satu lagi telekomunikasi Allah kepada haiwan supaya mereka menyelamatkan diri mereka sebelum datangnya tsunami sebagaimana mereka telah datang ke bahtera Nabi Nuh as ...menurut perintah Allah demi keselamatan dari di tenggelami banjir dan pupus.


Dapatkah kita berhubung dengan Allah sebegitu baik jika kita tidak memulakan perhubungan itu dengan menyembah dan mengesakanNya terlebih dahulu dengan sepenuh jiwa dan keikhlasan kita. Allah akan membantu hamba2Nya yang soleh dengan apa cara sekalipun jika kita sentiasa rapat dan memohon perlindungan kepadaNya selalu.


Banjir di zaman Nabi Nuh as adalah kerana manusia engkar pada RasulNya dan mengerjakan perbuatan yang diharamkan oleh Allah swt. Di zaman ini juga manusia yang engkar kepada Allah dan mengerjakan perbuatan yang melanggar hukum Allah seperti berzina, membunuh, melakukan kezliman dan maksiat, merampas hak manusia lain, mencuri, minum arak, dan semua yang Allah benci akan termasuk ke dalam golongan yang akan di timpa bencana oleh Allah. Bencana ini tidak mengenal anak, ibu, bapa, suami atau isteri.
Doa & Harapan 
Masjid ArRahman yang terselamat dari
 badai tsunami di Acheh 26hb. Disember 2004.
Sebagai umat Islam dan orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya kita bukan hanya mampu berdoa kepada Allah supaya di elakkan kita dari di timpa bencana dan menyelamatkan kita seandainya kita di tempat itu ketika berlakunya bencana....tetapi kita juga mampu menegakkan kebenaran dan mengajak manusia kembali kepada mengamalkan ajaranNya yang mulia...namun jika sudah sampai masa kita bertemu dengan Nya,  supaya Allah mematikan kita di dalam iman yang benar....


Bacalah doa ini yang telah diajarkan oleh Rasullullah saw kepada kita untuk mendapat perlindungan Allah swt 
. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التّرَدِّي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ، وَالْحَرَقِ، وَالْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغاً ٭ رواه ابو داود 
( Hadis Riwayat Abu Daud)

{ Yaa Allah aku berlindung kepadaMu dari kejatuhan, dan aku berlindung padaMu dari tergelincir, dan aku berlindung padaMu dari tenggelam (banjir), terbakar dan pikun (wabak). Dan aku berlindung padaMu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung padaMu apabila mati dalam keadaan mundur dari agamaMu (murtad), dan aku berlindung padaMu apabila mati karma di sengat. }



Mudah mudahan Allah memakbulkan doa kita...Ameen

Tuesday, 8 March 2011

Stesyen Kedua Mengenali Islam

Naskah yang diberi kepada saya untuk dibaca di letakkan dalam sampul surat berwarna merah. Macam sampul surat angpau hari raya Cina. Saya tidak membukanya terus kerana malas melayan permintaan orang yang tak berapa saya kenali ini tetapi sering mengganggu fikiran saya dengan soalan2 yang saya dipaksa menjawabnya.

Selepas membelek2 sampul surat itu saya mencampakkannya ke atas meja di bilik hostel saya di Blok G.

Banyak kerja kursus yang mesti saya hantar dan projek2 yang mesti saya siapkan sebelum hujung minggu berakhir. Menyiapkan projek memerlukan saya berjaga malam dan kadang2 tak tidur bermalam2. Bila dah habis di hantar dan sesi kritikan pun berlalu penatnya bukan main. Bila balik ke bilik terus bongkang tak sedar diri hingga esoknya. Hanya bangun untuk mandi, ke bilik air untuk panggilan alam atau solat.... selepas itu sambung tidur.

Maka sampul surat berwarna merah itu tidak saya sentuh sehinggalah dua minggu berlalu.

Ketika sedang duduk di meja melayani telinga dengan lagu2 dari kaset yang menjadi kegemaran saya terdiri dari lagu2 Inggeris yang merdu dan sangat meruntun jiwa, saya membelek kembali sampul itu. Tiada nama saya pun ditulis di atasnya. Bersih.

Saya membukanya kerana ingin tahu apakah cerita yang sungguh  istimewa sehingga saya di suruh membacanya.

Di dalamnya ada sekeping kertas putih yang di lipat2 hingga menjadi sangat kecil. Saya tetrpaksa membuka lipatannya satu persatu untuk melihat kandungannya.

Alangkah terkejutnya saya. Perasaan marah meluap2 dalam hati saya.. Jika boleh terbang berjumpa dengan si keparat ini saya akan terbang saat itu jua.

Kertasnya kosong.  K O S O N G!!!!!

Tidak ada apa2 yang di tulis atau tertulis di atasnya.

Apa maksud dia ini. Ingin mempermain2kan saya agaknya. Tunggu saya akan katakan isi hati saya tentang dia bila berjumpa nanti . Jaga..

Sebenarnya saya tidak perlu berjumpa dia untuk apa2 pun. Kenapa buang masa yang berharga. Pergi main tennis atau jogging lagi membawa kebaikan daripada melayaninya.  Tapi saya mahu berjumpa kerana dia membuat saya sungguh marah.

Kebetulan ketika hari Sabtu itu saya tidak ada ancangan kemana2. Lantas saya ke kafetaria pelajar untuk sarapan sambil mengharapkan dapat bertemu dengan teman2 se kuliah untuk menanyakan jika mereka ada rancangan menarik untuk di buat hujung minggu itu.

Saya beli nasi lemak dan karipap dan minum air teh o panas. Sekujur ada suara menyapa.

" Hujung minggu tak kemana nampaknya?"
Suara itu kembali lagi berkumandang di telinga saya.

" Tak." Saya membalas bosan.

Kenapa saat begini mesti berjumpa lagi dengan si dobot ini.

" Sudah baca nashkah yang saya beri.? "

" Saya tidak dapat membaca apa2 kerana jelas kertasnya sungguh putih hingga tulisannya tidak nampak."

"Oh itu!." Dia ketawa besar.

" Kamu sungguh sudah mempermainkan saya.. Sila ambil kembali sampul ini kerana saya tak perlu menyempitkan meja saya dengan sesuatu yang tidak berguna."

" Masakan kamu tidak bisa membaca..... mungkin harus pergi ke kedai cermin mata untuk dapat melihat isi kandungannya."

" Kita kan semuanya ahli saintis di sini. Cerdik pandai yang saya rasa tahu apa maknanya boleh mambaca. Mata saya masih bagus dan saya tak perlukan cermin mata untuk nampak apa yang di hadapan mata saya."

" Kalau begitu baca kan kepada saya apa yang terkandung da dalam naskah itu."

" Tiada apa2 yang perlu dibaca."

" Wah...kamu sungguh buta.."

Ini sudah melampau...

" Saya harus pergi..maaf."

" Tunggu..biar saya katakan.....kamukan sedang berjalan dalam kehidupan. Kalau kamu naik kereta kemudian tiba dipersimpangan jalan...ada lampu isyarat...ada apa yang kamu lihat? Lampu merah, hijau dan kuning kan? Kalau lampu merah kamu berhenti dan lampu hijau kamu boleh berjalan. Sedang lampu kuning kamu harus siap sedia."

" Apa kaitan lampu2 ini dengan saya?"

" Sebab itu saya kata kamu buta..... saya bagi kamu sampul merah...ada kamu berhenti berfikir seketika kenapa warnanya merah dan tidak putih. Bila di buka kertasnya putih dan kamu tak lihat apa2 pun yang tertulis di atasnya sedang saya menyuruh kamu membaca."

" Di mana huruf2 nya untuk di baca?"

" Kalau membaca itu mesti ada tulisan kah? Kamu baca fikiran saya...tak perlu tulisan...kamu baca gerak tubuh saya dan faham kalau seandainya saya marah atau gembira...pun tak perlu tulisan...Kamu rasa angin berlalu, kamu tahu angin itu sejuk atau nyaman kan?.....dan kamu sedang membaca bukan?"

Saya hanya diam. Dia memandang saya tanpa berkelip matanya.

" Lantas apa yang kamu baca di atas kertas putih ini.?"

Diam.

" Siapa yang mencipta kertas ini?"

Diam.

" Jawap lah! Siapa?"

" Mestilah manusia.'

" Siapa? Kamu kenal dia?"

" Tidak ."

" Tapi kamu menggunanya sesuka hati kamu tanpa kenal pencipta kertas ini?'

Diam.

" Bukan kah itu sombong namanya? Mengguna barangnya tapi tak mahu tahu tuan yang meciptanya."

" Betapa dia telah memberi kenikmatan kepada kita untuk dapat menulis apa sahaja di atasnya dan kita tak mahu tahu namanya. Orangnya?"

Dia membebel.

" Sekarang saya mahu tanya lagi. Dari bahan apa yang kertas ini di buat? Kamukan saintis...harus bisa jawap..enteng!"

" Mestilah dari kayu."

' Kayu itu dari mana?"

" Hutan." Saya jawab spontan.

" Siapa yang mencipta hutan itu dan segala tumbuhan yang ada di dalamnya?"

" Semua orang mestilah tahu. Kalau tak tahu tu bodohlah sangat...Itu ciptaan Tuhan."

" Bagus...Syabas!!! Sekarang kamu sudah mula membaca.....Assalamualaikum."

Dia pergi tanpa menoleh kepada saya dan saya ditinggalkannya melopong.




Monday, 7 March 2011

Stesyen Pertama Mengenali Islam

Tahun awal tujuh puluhan dahulu, ketika saya baru menjejakkan kaki ke Universiti dengan semangat berkobar kobar untuk mencapai impian menjadi seorang ilmuan yang berkaliber, saya tidak pernah terfikir bahawa suatu hari nanti saya akan menjadikan Islam sebagai pegangan hidup saya dan ingin melakukan apa sahaja demi untuk memartabatkan Islam di persada dunia. Saya hanya tahu bahawa saya ingin menghabiskan pembelajaran saya dan membawa pulang segolong ijazah bagi menggembirakan hati ibubapa saya dan membuat mereka rasa bangga dengan pencapaian saya.

Saya dapat membuktikan bahawa saya berjaya menjadi pelajar contoh dan pelajar terbaik dalam jurusan saya dengan menghasilkan karya karya yang unik dan memuaskan hati pensyarah pensyarah yang bertungkus lumus mengajar saya. Tetapi jiwa saya meronta untuk memenuhkannya dengan perkara baru yang saya baru diperkenalkan.

Apakah perkara baru ini? Ia adalah Islam dan kefahaman yang cukup menyentuh hati dan sanubari saya.. Kefahaman terhadap erti seorang hamba dan berkenalan dengan Pencipta Alam Maya ini ..Khaliq yang Maha Agung lagi Maha Perkasa.

Ia disentuh oleh seorang yang sangat biasa dan bersahaja. Bila bertemu dengan saya dia hanya memberi salam dan menaanyakan khabar. Terus selepas itu dia menanyakan samada saya solat subuh pagi tadi dan apakah saya sudah mengucapkan kata syukur kepada Allah yang telah menghidupkan saya setelah mematikan saya selama semalaman.

" Kenapa mata anda tertutup bila mengantuk dan kenapa pula ia terbuka bila jaga?"

" Kenapa mesti minum air bila dahaga dan menangis bila sedih atau ketawa dan senyum lebar bila gembira?"

" Kenapa lubang hidung menghalakan ke bawah dan besar di bahagian bawah dan mata mu mesti ada bulu mata ?"

Kenapa barang mesti jatuh ke bumi dan tidak melonjak ke langit?

Kenapa, kenapa dan kenapa...Banyak soalan yang ditanya dan jawapan yang diberi juga bukan sedikit.

Saya cuba menjawab tetapi saya sedar jawapan saya tidak memuaskan hati dia dan hati saya sendiri.

Akhirnya dia menanya saya : "Bila kamu masuk Islam?'"

"Apa ?" Saya sudah Islam sejak saya dilahirkan lagi!"

"Tetapi kenapa gaya hidup mu tidak melambangkan seorang Muslim?"

Islam menyuruh kamu menutup aurat tetapi kamu membukanya." "Islam menyuruh kamu menunaikan solat tetapi kamu meninggalkannya. Islam menyuruh kamu itu dan ini dan banyak lagi tetapi kamu tidak melakukannya."

 Betulkan????

Justeru bagaimana kamu katakan kamu seorang Muslim?

Ya saya seorang Muslim. Habis berapa kali kamu membuka lembaran alQuran dan memahami isi kandungannya. Sekali sekala...Adakah kamu tahu siapa yang menyampaikan Islam kepada manusia hingga mereka faham apakah yang dituntut ke atas mereka...Tidak...

Masih sanggup mengaku kamum seorang Muslim. Baca Quran pun jarang...

Saya hanya bisa terpaku dan menyalahkan orang tua saya kerana tidak menghantar saya belajar ilmu Islam dengan sempurna.

Tetapikan kamu bijak.Ada akal dan boleh berusaha sendiri tanpa paksaan. Sedang untuk lulus dan masuk universiti pun boleh dapat keputusan yang cemerlang dan berusaha sendiri.

Kenapa tidak kenal kuasa yang memberi kamu akal fikiran yang dapat menjawab soalan peperiksaan dengan cemerlang. Bukankah kamu ada mata. telinga dan mulut intuk berbicara dan akal untuk belajar dan memahami?

Habis bagaimana?....Yaa....pulang ke kamar mu dan baca naskah ini...mungkin kamu akan bertemu dengan jawapan yang kamu sedang cari..Esok kalau Allah izin kita bertemu lagi kita akan bicara tentang apa yang kamu telah fahami dari bacaan ini.

Kenapa paksa saya untuk buat apa yang saya tidak suka lakukan...saya ada banyak tugasan untuk saya siapkan daripada membaca naskah yang entah apa....

" Tiada paksaan dalam Islam. Yang ada hanyalah piliham." Jawapnya pendek.

Tetapi saya membaca juga. Kerana ingin tahu jawapannya. Maka bermulalah pengembaraan saya mengenali siapa Pencipta saya..















Monday, 7 February 2011

Amalan Hidup Yang Di Redhoi Allah Bergantung Kepada Hati Yang Bersih

Hanya ada dua jenis amalan. Amalan baik dan amalan buruk. Amalan ini menentukan jalan hidupnya di dunia.

Seorang hamba Allah dibekalkan oleh Allah dengan Akal fikiran, dhomir, perasaan dan jiwanya untuk dia memilih amalan manakah yang ingin di lakukannya.

" Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaanya,
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mengsucikan jiwanya itu,
Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya."   Surah AsSyams : Ayat 8, 9 & 10

Maka buatlah pilihan yang tepat sebagaimana yang di sukai Allah.

Rasullullah saw bersabda :
"Sesungguhnya dalam jasad itu ada segumpal daging. Apabila ia baik maka baiklah seluruh jasadnya. Tetapi apabila ia rosak maka rosaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah itu ialah hati."   Hadis riwayat Bukhari & Muslim.

Hati yang bersih melahirkan fikiran yang bersih. Fikiran yang bersih melahirkan pertuturan dan tindakan yang bersih. Sementara rantaian  tindakan kita membentuk watak, karektor dan pribadi yang bersih. Maka berjalan lah kita di atas muka bumi ini dengan penuh tawadhu dan merendah diri.

Ilmunya tinggi tetapi jiwanya luhur dan bersih.. Kefahaman Islamnya mendalam. Keikhlasan mencari redhoNya tinggi melangit. Ia bergantung kepada hati yang sarat dengan ilmu yang menjadi pemacu segala tindakan dan amalannya di dunia.

Imam Malik bin Anas ra  berkata : " Yang dinamakan berilmu itu bukanlah kepandaian atau banyaknya meriwayatkan sesuatu. melainkan hanyalah Nuur yang diturunkan Allah ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri."

Allah berfirman dalam Surah AlMujadalah 58 : Ayat 11 : " Allah akan meninggikan orang2 beriman di antara mu dan orang2 yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat."

Ilmu yang diberkati ini walau hanya setitis namun dapat membuat hambaNya menggeruni Allah dan mengagumi kebesaranNya. Walau hanya sedikit namun dapat menerangi hidup dan memandu manusia dari kegelepan kepada keterangan dan cahaya Illahi.

Hati yang bersih haruslah melalui proses peningkatan ilmu Allah dan latihan kepribadian yang juga bersih. Ia dimulai dengan menghadapkan hidupnya semata2 untuk Allah dan mencari jalan untuk mendekatiNya setiap saat hidupnya.

" Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad dan rupabentuk kamu.. Tidak kepada keturunan dan kekayaan kamu. Sebaliknya kepada hati kamu. Sesiapa yang memiliki hati suci lagi bersih, niscaya Allah amat mencintai orang itu. Ketahuilah wahai anak Adam....Orang yang paling dicintai Allah ialah orang yang paling bertaqwa di kalangan kamu." Hadith riwayat Muslim & AtTabarani.

Amalan yang banyak tidak dapat membantu kita di akhirat nanti kecuali kita memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Allah.

Allah swt berfirman : " Iaitu di hari harta & anak2 tidak berguna. Kecuali orang2 yang mengadap Allah dengan hati yang bersih. "   Surah AsSyura : 88 & 89

Ibn Qayyim berkata : " Ibadah hati ialah di mana hati seorang hamba itu bergantung sepenuhnya kepada Allah, yakin kepadaNya, kembali kepadaNya, serta bertawakkal kepadaNya dan redho dengan apa yang telah ditetapkan untuknya, kerana pengetahuanNya, kecukupanNya dan kebaikan pilihanNya."

Ketahuilah hati itu sentiasa berubah2 dan bertukar2. Ia boleh dipengaruhi oleh nafsu yang mengajak manusia melakukan kejahatan dan melanggari kehendak Allah swt. Hendaklah kita selalu memohon kepada Allah agar sentiasa menetapkan hati kita supaya berlaku baik sahaja dan menghidari kita dari melakukan keburukan.

Dari Aisyah ra : Rasullullah sentiasa berdoa : " Ya Allah yang membolak balikkan hati. Tetapkanlah hati ku di landasan agama Mu." Aku berkata : Wahai Rasullullah . aku sering mendengar engkau berdoa dengan doa ini. Raaullullah saw berkata : Tiada seorang anak Adam melainkan hatinya itu di antara dua jari Allah. Jika Dia mahu Dia meluruskannya. Dan jika Dia mahu Dia menyesatkannya." Hadis riwayat At Tirmizi & AnNisai.

Bahagialah mereka yang sepanjang hayatnya dikilaui hati yang bersih dan bercahaya.... Pancaran dari Nur Illahi






Monday, 31 January 2011

Masa Itu Milik Allah swt..

Peribahasa Melayu ada menyebut bahawa masa itu adalah emas. Sungguh bernilai dan mahal harganya. Orang yang mempunyai harta dan ermas pula dikatakan orang  yang berada dan senang hidupnya.

Allah menyebut dan bersumpah dengan jelas sekali dalam AlQuran :

" Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, dan nasihat menasihat supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran."   Surah Al Asr : Ayat 1-4

Masa bagi manusia bermula sejak ia lahir hinggalah ia kembali mengadap Tuhannya. Masa itu dikira dari umurnya setelah ia ditiupkan ruh ke dalam tubuhbadannya sejak ia dalam kandungan ibunya lagi. Satu minggu, 1 bulan hingga ke sembilan bulan. Perkembangan dan kelahirannya dinantikan bukan sahaja oleh ibubapanya tetapi oleh seluruh anggota keluarganya dengan penuh debaran. Perkembangan itu sekarang boleh diikuti dengan melihat gambar-gambar pergerakannya melalui scanner walaupun belum lahir kedunia lagi.

Sejak dari mula benih sperma dan ova ibubapanya bertemu dan membentuk dirinya dari satu sel hingga terbentuk tubuhbadannya yang dilengkapi dengan organ-organ dalaman dan fizika yang sempurna pembikinannya. Otak untuk akal berfikir dan merenung kekuasaan dan kebesaran Allah. Hati supaya mempunyai perasaan yang sensitif memacu amalan dan merapatkan dirinya pada Khaliqnya. Organ2 dalaman agar berfungsi membekalkan segala yang diperlukan oleh jasad untuk bergerak bangun melakukan amalan yang soleh.

Taqdirnya, rezekinya dan jodoh pertemuannya sudah tercatat di dalam catitan Illahi. Dia hanya perlu berdoa dan berusaha dengan gigih dan kreatif untuk manambah segala yang telah tersedia untuknya di dunia ini.

Segala2nya akan dipastikan supaya bayi ini selamat dan membesar dengan kasih sayang, didikan, kemahiran dan ilmu pengetahuan supaya apabila ia dewasa nanti ia mampu berdikari dan melakukan kebaikan untuk dirinya dan mereka2 yang berada di sekelilingnya.

Seluruh alam cipataan Allah dijadikan bukan dengan sia2. Semuanya untuk digunakan sepenuhnya dan sebaiknya. Air, api, udara, tanah, gunang ganang, lautan, tumbuhan dan binatang ternakan dan liar....apa sahaja...silakan lah...

Berapa lamakah itu? Jika sehingga umurnya baligh mungkin dari 10 hingga 15 tahun.

15 tahun merupakan jangka masa yang panjang. Seandainya ia diberi ilmu keduniaan ia sudah menjadi seorang ilmuan yang meningkat remaja. Seandainya ia diberi kemahiran ketenteraan ia sudah mampu bermain senjata dengan tangkas sekali. Seandai diberi kasih sayang dia mampu memberi kasih sayang dan melindungi mereka yang di kasihi dengan baik sekali dan penuh rasa tanggungjawab.

Selepas itu ketika usianya meningkat menjadi orang dewasa dan mempunyai keluarga yang besar dia mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memastikan mereka selamat dan bahagia.

Ketika usianya mencapai masa tua dan kemudian mati , dia kembali semula kepada Penciptanya yang telah memberi dia peluang hidup di dunia ini untuk seketika.

Se masa hidup di dunia inilah, setelah dia mampu memilih antara yang baik dan buruk, mampu membuat penilaian antara yang haq dan yang bathil maka segala usahanya di kira dan di catit tanpa sedikitpun tertinggal.

Itulah masa baginya. Apakah dia telah melakukan yang terbaik dan mengikut landasan yang diberi oleh Tuhannya atau sebaliknya. Apakah dia telah melakukan kezaliman ke atas orang lain dan dirinya sendiri.

Apakah dia telah tergolong ke dalam golongan orang2 yang beruntung atau terjatuh ke dalam golongan orang2 yang rugi. Menasihati kepada kebenaran. Mengajak berbuat baik dan meninggalkan yang buruk serta yang di laknati oleh Tuhannya. Menyedarkan manusia terhadap masanya yang singkat di dunia ini dan berbuat amal yang akan menguntungkan masa mereka di akhirat nanti. Mengajak mereka supaya memenuhi masa hidup di dunia ini dengan mengerjakan semua yang di perintahkan oleh Tuhannya dan meninggalkan segala yang dilarangnya. Menyembah hanya kepada Tuhannya yang satu dan tidak mensekutukan Nya dengan yang lain.

Apakah dia melalui kehidupannya dengan penuh kesabaran atas segala uijan yang mesti di lalui kerana menegakkan kebenaran.....

Setiap detik masa pernafasannya membawa dia menghampiri Tuhannya. Masanya setiap saat semakin sedikit dan semakin pendek. Hidupnya di dunia ini semakin singkat dan jika dia tidak berbuat sesuatu maka dia akan menemui Tuhannya dengan tangan yang kosong dari kehidupan yang kosong dan sia2.

Kematian adalah had masa hidup yang tiada siapa tahu waktunya kecuali Allah. Apabila tiba masanya dan dia akan menghembuskan nafasnya yang terakhir amalannya akan menentukan dan menampakkan dimana dia berada. Dalam keselesaan atau penderiataan.

Ketika menunggu saat hari kebangkitan, masanya di dalam kubur akan penuh dengan hiburan atau siksaan bergantung kepada amalannya sewaktu dia hidup di dunia ini.

Dia akan ditanya tentang masa mudanya ...kemana dia telah penuhinya..masa kayanya...masa sehatnya...masa lapangnya...

Saiyidina Ali ra pernah berpesan kepada Gabenornya di Mesir agar janganlah engkau berlengah2 apabila sudah tiba masanya....tegakkanlah kebenaran.

Masa hidup kita di dunia ini adalah dalam kuasa Allah. Dia memiliki masa itu. Dan Dia berhak mengambilnya dari kita bila2 sahaja Dia suka mengikut perancanganNya.

Namun masa yang abadi dan eternity ialah masa untuk Allah membalas segala kebaikan yang telah dilakukan di dunia ini dan memberi tindakbalas bagi mereka yang lalai serta melakukan kezaliman. Hidup kita bergerak kehadapan menuju masa yang abadi dan kekal itu. Mengejar janjiNya bahawa masa akhirat akan penuh dengan kegembiraan kerana usahanya yang tidak pernah henti2 dilakukan sewaktu hidupnya. Bayangan syurga berligar dalam jiwanya sebagaimana bidadari yang menilik2 dengan penuh harapan.... sedia menanti dan menunggu  kehadirannya di sana.

Buatlah pilihan yang tepat agar kita memenuhi masa kita dengan keberkatan dan keredhoanNya. Masa itu bukan milik kita. Masa itu milik Allah. Dia lah yang mencipta masa. Setiap detik setiap saat. Kita hanyalah musafir yang lalu menunggu masa pulang kembali ke pangkuan Nya.










Tuesday, 12 October 2010

Khadijah Binti Khuwailid.... Wanita Pertama Memeluk Islam

Makam Siti Khadijah

Siapa tidak kenal dengan Khadijah isteri Nabi Muhammad saw yang pertama dan sangat tersohor kisahnya.

Beliau sebelum menjadi isteri Rasullullah saw,  merupakan seorang wanita yang terkenal di kalangan bangsa Quraish kerana kedudukannya sebagai seorang bangsawan dan wanita yang kaya raya dengan perniagaannya yang maju dan hebat.

Beliau seorang yang dermawan dan mempunyai budi pekerti yang sangat mulia sehingga di kenali dengan gelaran AtTohirah yang membawa maksud yang suci.

Sebelum berkahwin dengan Nabi muhammad saw, beliau sudah pun berkahwin dengan dua orang lelaki bernama Atiq bin Abid. Suaminya yang kedua pula bernama Halal bin Malik.

Bersama suami yang pertama beliau melahirkan 2 orang anak bernama Abdullah & Jariah. Manakala bersama dengan suaminya yang kedua beliau memperolehi dua orang anak juga bernama Hindun & Zainab.

Ketika belaiu mengahwini Nabi Muihammad saw belaiau adalah seorang janda dan berumur 40 tahun sementara Nabi Muhammad saw pula berusia 25 tahun.

Perkahwinan mereka memang sudah di takdir oleh Allah swt,

Pertemuan mereka bermula dengan Khadijah memerlukan seorang lelaki yang boleh dipercayai lagi amanah untuk mengendalikan urusan perniaagaannya yang besar dan berkembang. Perniagaan Khadijah sudah berkembang maju menjadi perniagaan yang bertaraf antarabangsa dengan dagangannya selalu dibawa ke Syams. Di Syams pula barang yang tiada terdapat di Kota Mekah akan dibawa pulang untuk di dagangkan di Kota Mekah.

Urusan ini memerlukan seorang lelaki yang hebat kalibernya, jujur dan tidak menipu serta mengambil kesempatan atas dagangan Khadijah yang banyak itu.

Pada ketika itu orang yang paling dipercayai dan diberi gelaran Al Amin kerana sifatnya yang mulia dan mendapat kepercayaan masyarakat Quraish tidak lain & tidak bukan ialah Nabi Muhammad saw yang mulia.

Cadangan kenalan Quraisynya menggesa Khadijah untuk mengambil Nabi Muhammad saw sebagai pembantu perniagaannya.

Walaupun sudah lama menjadi janda dan walaupun ramai di kalangan bangsawan Quraisy masuk meminang Khadijah namun hatinya tidak terbuka untuk menerima mereka sebagai suaminya. Hidup sebagai seorang janda adakalanya membuatnya sepi tetapi hatinya tidak tertarik pada lelaki Quraisy yang masuk meminangnya walaupun mereka itu sama taraf dengannya...bangsawan, hartawan dan tersohor.

Pada suatu malam beliau telah bermimpi. Beliau telah pergi berjumpa dengan Waraqah Ibn Naufal seorang alim yang berpegang kepada Kita Allah, juga merupakan sepupu Khadijah untuk mentakwilkan mimpinya itu.

Katanya : " Semalam aku bermimpi.... mimpi yang sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar2 di atas Kota Mekah lalu turun ke arah bumi. Dan semakin dekat dan dekat.

Aku terus memperhatikannya untuk melihat ke mana ia akan jatuh. Ternyata ia turun dan memasuki rumah ku. Cahayanya membuat aku terpegun. Lalu aku terbangun dari tidur ku."

Waraqah berkata : " Aku sampaikan berita gembira kepada mu. bahawa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminang mu. Dia mempunyai kedudukan yang penting dan kemashurannya akan semakin meningkat setiap hari. '

Apabila ditawarkan mengrus perniaagaan Khadijah, Nabi Muhammad menerima tawaran itu dan bermulalah kareernya menjadi pembantu Khadijah menjalankan perniagaannya sampai ke Syams.

Pengalaman Nabi Muhammad saw mengikuti bapa saudaranya Abu Talib sewaktu kecil berniaga 
hingga ke Syams memberikan baginda peluang menghasilkan keuntungan yang lumayan dan berlipat ganda untuk perniagaan Khadijah. Ketika ke Syams beliaun selalu ditemani oleh pembantu pribadi Khadijah bernama Maisara.

Ketika dalam perjalanan pergi dan pulang dari Syams Maisara memerhati semua perkara tentang Nabi Muhammad saw dengan teliti dan bila pulang beliau akan menceritakan segalanya kepada Khadijah.

Ia berkaitan dengan bagaimana terpujinya sifat Nabi Muhammad saw. Bagaimana bagusnya cara perhubungan dan komunikasinya dengan pedagang2 lain yang di temuinya dan bagaimana hujah2nya berhadapan dengan pendeta2 Kristian ketika berbincang mengenai agama Kristian yang semakin lemah. juga bagaimana cekapnya Nabi muhammad saw menjalankan perniagaan dan jualbelinya.

Tidak pernah Nabi Muhammad saw lupa untuk membeli dan membawa pulang buah tangan yang disukai oleh Khadijah ketika pulang dari  misi dagangannya.

Setiap kali rombongan dagangnya pulang dari Syams, Khadijah akan menunggu kepulangan mereka dan tidak sabar2 untuk mendengar laporan yang akan di sampaikan oleh mereka.

Beginilah. Sehingga sedikit demi sedikit hati Khadijah mula menyukai Nabi Muhammad saw dan bibit2 kasih mula tumbuh dalam hatinya terhadap Nabi saw.

Perasaan ini tidak dapat dipendam lama didalam hatinya lalu beliau meluahkan isi hatinya kepada temankaribnya Nufaisara Binti Munyi.

Pada zaman itu adat kaum Quraish tidak mengizinkan kaum wanita meminang kaum lelaki. Lantas Nufaisara    mencari peluang pergi berjumpa dengan Nabi saw dan mengcungkil isi hatinya.

Nufaisara berkata : " Wahai Muhammad. Kenapakah kamu ini tidak berkahwin lagi sedang kamu merupakan seorang yang terkenal dan di sukai oleh masyarakat mu."

Nabi menjawab : " Aku tidak mempunyai apa2 sebagai persiapan untuk perkahwinan."

Nufaisara berkata : " Bagaimana kalau itu disediakan dan yang melamar mu itu seorang yang cantik, berharta, terhurmat dan terkenal. tidakkah kamu akan terima?"

Nabi bertanya : " Siapakah dia? "

" Khadijah Binti Khuwailid."

Hati Nabi juga tertarik kepada Khadijah tetapi tidaklah sampai berfikir ketahap perkahwinan. Lagi pun Khadijah merupakan seorang bangsawan Quraish yang kaya raya. lagi hartawan. Sedang dia hanyalah pekerjanya sahaja.

Nabi bertanya lagi ; " Dengan cara bagaimanakah boleh dilaksanakan? "

Nufaisara memberi jaminan bahawa dia akan menguruskannya sehingga ianya menjadi nyata dengan baik dan sempurna. Melalui Nufaisara pertemuan antara keluarga Nabi dan Khadijah diatur sehingga perkahwinan mereka ternampak sebagai tidak mengcanggahi adat resam ketika itu.

Akhirnya perkahwinan mereka termetri. Sewaktu berkahwin dengan Rasullullah saw beliau berumur 40 tahun sementara Nabi Muhammad saw pula berusia 25 tahun. Namun usia dan kedudukannya tidak menjadikan ia seorang yang sombong dan ego. Bahkan Khadijah menjadi seorang isteri yang setia melayani suaminya dengan penuh hurmat dan kasih sayang.

Perkahwinan yang menemukan seorang wanita hebat dan seorang lelaki hebat dalam masyarakat Quraish ini sungguh bahagia dan damai sekali. Walaupun keluarga Khadijah pada mulanya tidak bersetuju dengan perkahwinan ini tetapi ketegasan Khadijah ingin menjadikan Nabi suaminya tidak dapat dihalang oleh kaum keluarganya.

Melalui perkahwinan ini Allah mengurniakan mereka dengan 6 orang anak. 2 orang anak lelakinya bernama Kasim & Abdullah yang meninggal dunia ketika masih kecil. Sedang anak perempuan pula bernama Zainab, Ruqayyah, Ummi Kalthum & Fatimah.

Zainab berkahwin dengan sepupu disebelah Khadijah bernama Abu Al Asr ibn Ar Rabi. Sementara Ruqayah berkahwin dengan Saidina Othman ra dan setelah meninggalnya Ruqayah, Rasullullah saw mengahwinkannya dengan anaknya Ummi kalthum. Fatimah pula berkahwin dengan Ali ibn Abi Talib ra sepupu Rasullullah saw. 

Nabi Muhammad saw merupakan seorang pemuda yang terpelihara akhlaqnya oleh Allah swt. 

Zaman jahiliah yang penuh dengan pemuda2 yang sebaya dengannya akan menghabiskan masa mereka berpoya2, berzina, melakukan maksiat, minum arak dan sebagainya selain dari berbunuh  bunuhan sesama sendiri serta menyembah berhala dan mensyirikkan Allah swt. Nabi Muhammad saw tidak menyukai semuanya itu dan senantiasa sahaja mengasingkan dirinya dari masyarakat yang jahiliah itu.

Oleh kerana terlalu memikirkan tentang masaalah sosial Nabi saw membawa diri berkhalwat ke Gua Hira untuk mencari kedamaian dan ketenangan fikiran.

Ketika waktu itu Khadijah akan sentiasa membuat persiapan untuk Nabi berupa bekalan minuman dan makanan. Jika Nabi saw lama tidak pulang ke rumah kerana asyik bertafakur dan beruzlah Khadijah sabar menunggu kepulangannya tanpa marah atau merajuk.

Kedatangan Jibrail as dan Wahyu pertama di Gua Hira'

Hadith yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Urwah ibn AzZubair dari Aisyah ra menceritakan tentang turunnya wahyu yang pertama di Gua Hira'.

Ketika itu Jibrail as memerintahkan Nabi saw untuk membaca : " Iqra' !!"

Nabi menjawab : " Maa ana biqari?"

(Aku tidak bisa membaca!")

Jibrail mendakap Nabi saw  dengan kuat dan menyuruhnya membaca sehingga Nabi akhirnya dapat membaca.

Peristiwa ini membuat Nabi saw takut dan khuatir terhadap dirinya. Nabi saw segera turun dari Gua Hira' untuk pulang. Jibrail as menampakkan dirinya di ufuk langit sehingga Nabi saw terasa gerun & takut lantasan tidak pernah melihat yang sebegitu rupa. Walau kemana sahaja dia memandang dia akan melihat Jibrail.

Nabi saw segera pulang ke rumahnya dalam keadaan menggeletar serta menemui Khadijah sambil berkata :   " Selimutkan aku! 3x " sambil memberitahu Khadijah apa yang telah dilaluinya.

Khdijah menurut perintah Nabi dan menyelimutinya dengan selimut serta menenangkan diri Nabi.

Nabi saw berkata ; " Sesungguhnya aku khuatir tentang diri ku sendiri."

Khadijah berkata : " Tidak ..tidak sekali2. Demi Allah. Allah tidak akan menghina kamu kerana engkau penyambung silaturrahim. membantu orang yang memerlukan, meringankan beban orang yang tidak punya apa,  memuliakan tetamu dan menolong untuk kebenaran."

Diriwayatkan setelah Nabi saw tenang, Khadijah pergi bertemu dengan Waraqah  menceritakan kepadanya apa yang telah dilalui oleh Nabi saw. Waraqah memberitahunya bahawa beliau ialah nabi yang telah diberitakan dalam kitab sebelumnya.di turunkan oleh Allah untuk membawa hidayah dan petunjuk kepada manusia. Bahawa beliau akan di usir oleh kaumnya seperti yang telah berlaku kepada Nabi2 sebelumnya dan jika ia berkesempatan ia ingin menjadi pembela Nabi dan bersama2nya menegakkan kebenaran.

Tingginya darjat Khadijah ra 

Allah menyampaikan salam kepada Khadijah ra. Ini  seperti yang dikisahkan melalui hadith yang diriwayat oleh Bukhari dari Abu hurairah ra ;

Jibrail berkata :

" Wahai Rasullullah. Inilah Khadijah yang yang datang sambil membawa bejana yang di dalamnya ada makanan atau minuman. jika dia datang sampaikanlah salam kepadanya dari Rabbnya dan sampaikanlah khabar kepadanya tentang sebuah rumah di syurga yang di dalamnya tidak ada suara yang hiruk pikuk dan tiada keletihan. Hanya kesejahteraan."

Khadijah merupakan orang yang pertama  mempercayai dan beriman kepada Nabi saw dan yang pertama masuk Islam. Dia jugalah orang yang pertama bersembahyang bersama2 Rasullullah saw. Ketika Rasullullah saw memulakan dakwahnya  serta menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakatnya, Khadijah membantunya dengan sedaya upayanya dalam semua aspek. samada memberi inspirasi, dorongan dan kewangan bagi membantu Rasullullah mencapai matlamat serta menjalankan tanggungjawabnya menyebarkan Islam.

Ketika kemuncak dakwah Rasullullah saw orang2 Quraisy memboikot Nabi saw dan pengikut2nya sehingga mereka di usir keluar dari kota Mekah dan tidak mempunyai makanan atau minuman. Khadijah jatuh sakit dan meninggal dunia. Tahun 621 Ad merupakan tahun paling sedih buat Nabi saw kerana isterinya yang dikasihi  yang telah banyak menolongnya pergi meninggalkannya.

Selepas 15 tahun bersama Nabi Muhammad saw Rasullullah saw di angkat menjadi Rasul. Sepuluih tahun selepas itu Khadijah wafat pada umurnya 64 tahun..yakni pada tahun 621 AD. Pada tahun wafatnya itu Allah mengangkat Rasullullah saw berisra' Mi'raj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan diangkat ke langit untuk mengadap Allah swt.., 3 tahun kemudian  Rasullullah saw diperintah berhijrah ke Madinah..

Peristiwa ini sebagai mengembirakan hati Nabi saw dan meyakinkannya bahawa walaupun Khjadijah sudah tiada Allah tetap ada memberi perlindungan dan pertolongan kepadanya.

Walaupun sudah tiada di sisinya, memori bersama Khadijah selalu bermain di mata Nabi saw. dan Nabi selalu menyebut2 namanya sehingga membuat isteri2nya merasa cemburu.

Pernah suatu hari Aisyah berkata :

" Aku tidak pernah cemburu kepada seseorang pun isteri Nabi seperti cemburu ku pada Khadijah....padahal aku tidak pernah melihatnya akan tetapi Nabi selalu menyebutnya."   ( Riwayat Bukhari)

Aisyah juga pernah berkata :

" seakan2 tiada wanita lain di dunia ini."

Untuk membela Khadijah Rasullullah bersabda :

" Ia beriman kepada ku ketika semua orang kafir. Ia membenarkan aku ketika semua orang mendustakan aku. Ia melapangkan hartanya ketika semuanya mengharamkannya bagi ku. Dan Allah memberi rezeki kepada ku melaluinya berupa anak. "   ( Hadith riwayat Ahmad & masnadnya)

Rasullullah juga berkata terhadap Khadijah :

" Ketika aku miskin Khadijah memberi ku kekayaan. Ketika orang mengganggap aku gila ia tetap percaya kepada ku."

Ketika Jibrail datang kepada Nabi saw yang sedang berduaan dengan Khadijah, Jibrail as berkata :

" Sesungguhnya Allah menyampaikan salam kepada Khadijah . " Nabi saw menyampaikan i ni kepada Khadijah.

Apakah yang dijawab oleh Khadijah? Ia membalas :

"Sesungguhnya Allah lah AsSalam.( Maha Memberi Kesejahteraan). Ku ucapkan salam kepada Jibrail as dan kepada mu. Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan, rahmat dan berkahnya kepada mu,"
( hadith riwayat An Nasai dari Anas ra.)


Itu lah khadijah :

1.   Wanita yang berjaya di dalam bidang perniagaan, petah berbicara dan berfikiran jauh serta berwawasan.
2.   Wanita hartawan & bangsawan
3.   Wanita yang pertama masuk Islam dan mendapat jaminan dari Allah akan bersama Asiah isteri Firaun dan    Maryam ibu nabi Isa as.masuk ke syurga.
4.   Wanita pertama Allah jamin masuk syurga dan mendapat rumah yang sejahtera  di sana.
5.   Orang pertama mempercayai Nabi saw
6.   Wanita yang berakhlaq mulia.
7.   Sangat dermawan dan suka menolong orang yang susah.
8.   Orang yang pertama solat bersama Nabi saw.
9.   Ibu mithali yang mendidik anak2nya taat kepada Allah Dan RasulNya.
10. Penyumbang utama tabung kewangan dakwah Rasullullah saw.
11. Penasihat dan kaunselor Nabi saw.
12. Bersifat penyabar



Inilah kisah seorang wanita yang sungguh mulia yang di sanjung oleh seorang Nabi dan Allah sendiri. Wanita yang telah memantapkan perjuangan asas yang awal menyebar dan menegakkan Islam di bumi Allah. Kekuatannya melalui cubaan dan mehna bukanlah mudah tetapi dia mengharunginya dengan penuh tabah dan yakin.

Kita mestilah mengambil kisah ini dan menjadikannya contoh dalam kehidupan kita supaya kita juga mendapat barakah dari Allah dan Allah mengangkat kita sebagaimana Dia mengangkat darjat Khadijah di dunia dan di akhirat.